Tuesday, 26 September 2017 - Buka 24 jam
Home » Tanaman Obat Sebagai Obat Herbal Untuk Keluarga
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Obat herbal menurut pengertian umum adalah produk obat-obatan yang berbasis, biasanya pada tanaman-tanaman yang mengandung khasiat obat. Pertanyaannya, apakah ada tanaman-tanaman yang mengandung khasiat obat? Di Indonesia pada umumnya dan di pulau Jawa khususnya, banyak tumbuh tanaman yang berkhasiat obat. Sehingga dikalangan ibu-ibu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), muncul istilah tanaman obat keluarga (TOGA).

Pada tanggal 27 Desember 1992 Menteri Dalam Negeri mengirimkan Surat Kawat Nomor : SUS 3/6/12 tangal 27 Desember 1972 kepada Gubernur Jawa Tengah untuk merubah nama Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK, penulis), tembusan disampaikan kepada Gubernur seluruh Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 4 tahun 1982, Tim Penggerak PKK Pusat dibentuk dan dipimpin oleh Ibu Amir Mahmud, Isteri Menteri Dalam Negeri pada tahun 1982.

Dengan misi diantaranya, meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan keluarga, serta upaya peningkatan pemanfaatan pekarangan melalui Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA) PKK, sandang dan perumahan serta tata laksana rumah tangga yang sehat.

Dan salah prioritas progamnya, mengoptimalkan HATINYA PKK dengan tananam pangan dan tanaman produktif/keras (bernilai ekonomis tinggi), minimal untuk memenuhi keperluan dan tabungan keluarga serta meningkatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal.

Sedangkan Penggerak PKK ditingkat Propinsi , yang menjabat sebagai ketua adalah istri Gubernur, ditingkat kabupaten ditunjuk istri Bupati dan seterusnya sampai ditingkat RW.   Maka tidak heran apabila di komplek perumahan, terutama yang penghuninya adalah pegawai pemerintah daerah, seperti misalnya di daerah Pondok Kelapa Jakarta Timur banyak ditanam tumbuhan TOGA, seperti pohon mengkudu atau pace, sukun, apokat dan lain-lain

TOGA lain yang ditanam adalah pohon asam, blimbing, jeruk nipis, pandan, sirih, turi, mangkoan, lidah buaya. Dan yang biasanya digolongkan sebagai rempah, seperti pohon jahe, kunyit, lengkuas atau laos, kencur. Semuanya bisa dijadikan bahan baku obat herbal untuk keluarga. Dan biasanya diklaim aman dikonsumsi karena tidak mengandung bahan kimia. Bila diperlukan, dengan mudah didapat karena sudah disiapkan.

Bunga, daun, ranting, dahan, batang, biji sampai akar dari sebuah pohon dapat dijadikan obat herbal. Sebagai buktinya, pada saat saya masih siswa sekolah dasar, sering bersama-sama orang tua, mengkonsumsi jamu. Karena yang membuat dan yang menjual kebannyakan adalah orang-orang Jawa, maka ada yang menyebutnya “jamu jawa”. Disamping itu, biasanya dijajakan dengan cara di gendong, ada yang menamakan “jamu gendong”. Yang menjual “jamu gendong” biasanya seorang wanita.

Dan jamu kesukaan saya adalah kudu laos. Pada waktu itu saya tidak tahu apa manfaatnya meminum jamu tersebut. Karena aroma dan rasanya khas itu saja, yang membuat saya suka menenggaknya. Dan di perut terasa enak. Jamu yang kudu laos itu itu adalah campuran dari kudu atau mengkudu dengan lengkuas atau orang jawa menyebutnya laos. Disamping dibuat jamu, laos juga digunakan sebagai bumbu masak.

Disamping kudu laos, variasi jamu yang dijual ada kunyit asem, temu lawak, beras kencur. Jenis jamu yang saya sebut terakhir, agak aneh, karena menggunakan beras sebagai campurannya. Dan apa khasiat “jamu gendong”, hanya melalui apa yang dirasakan peminumnya. Seperti badan terasa lebih segar, perut yang kembung menjadi lega, kepala pusing sembuh. Buang air besar menjadi lancer. Belum diteliti kandungannya secara ilmiah.

Ketika saya bertugas di Makassar, Manado, Kendari, Palu yang merupakan ibu kota di sebuah pulau Sulawesi ada wanita-wanita yang menjajakan “jamu gendong”. Bukan hanya itu, di kota-kota kecil seperti Poso, Kolaka, Bau-bau dan kota-kota lainnya, juga ada yang menjual berkeliling. Bukan hanya orang-orang jawa yang merantau, penduduk setempatpun juga menjadi penggemar jamu. Beberapa penjual yang saya temui, mbak-mbak yang berasal dari Wonogiri.

Saat ini minuman jamu bukan sekedar industri rumahan tetapi sudah ada yang menjadi industri pabrikan, karena jamu dikemas dalam bentuk pil, kapsul ataupun sirup. Dan dijual di toko-toko swalayan, maupun mini market. Serta gencar di iklankan melalui media cetak dan elektronik. Sisi positip dari “jamu industri”, yakni dicantumkannya kandungan zat yang tertera dalam kemasan.

Sebuah produk yang disebut sirup herbal dan di kemas dalam kemasan sachet, mencantumkan kandunngan zat, zengberi rhizoma 7,366 g, royal jelly 0,030 g, panax ginseng 1,00 g, blumeae folia2,445 g, menthae folia4,89 g, mel depuratum (madu) 0,8 g, yang di klaim bisa mengobati masuk angin, meriang, mual, kembung, capek-capek dan pusing.

Semoga artikel saya yang berjudul “Tanaman Obat Sebagai Obat Herbal Keluarga” bermanfaat.

Tulis komentar Anda tentang Tanaman Obat Sebagai Obat Herbal Untuk Keluarga


  • Marsudijono
    Minum Dari Tahitian Noni Juice Sembuh Yanti Wijaya Sembuh Dari Stroke Berenang adalah kegemaran saya. Tapi su »
* klik gambar produk

Statistik Pengunjung

038270
Visit Today : 22
Visit Yesterday : 21
Total Visit : 38270
Total Hits : 82577
Who's Online : 1
plugins by Bali Web Design